Hal itu disampaikan dalam agenda pembekalan dan workshop juru bicara tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf Amin di Hotel Oria, Jakarta, Senin (13/8).
Hasto mengatakan langkah ofensif merupakan arahan langsung Jokowi saat bertemu dengan seluruh sekjen parpol koalisi di Rumah Pemenangan Cemara, Jakarta, sehari sebelumnya.
"Ofensif ini penting untuk mengisi ruang-ruang publik supaya seluruh apa yang sudah dilakukan Bapak Jokowi-Jusuf Kalla masuk juga ke ruang-ruang personal," ujar Hasto.
Hasto menjelaskan langkah ofensif yang dilakukan tim kampanye bukan dengan menghalalkan segala cara. Langkah ofensif dilakukan dengan memaparkan data yang valid kepada masyarakat.
Dia mengatakan salah satu bahan yang akan dibawa tim kampanye yaitu mengampanyekan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, hingga pembangunan infrastruktur di era Jokowi-JK.
Hasto pun sempat membandingkan program Bantuan Lansung Tunai yang digagas pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sejumlah sekjen parpol pendukung Jokowi ikut membentuk tim kampanye selama pilpres 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Tim juru kampanye ini juga tersebar di seluruh provinsi di Indonesia hingga ke desa.
"Kehadiran para jurkam yang dilatih ini sangat penting," ujar Hasto.
Pada Jumat (10/8), Jokowi-Ma'ruf resmi mendaftar sebagai bakal capres-cawapres ke KPU. Pasangan itu diusung oleh sembilan parpol, yakni PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, Hanura, PSI, PKPI, dan Perindo.
(pmg) https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180813141557-32-321857/tim-kampanye-jokowi-maruf-pakai-cara-ofensif-di-pilpres-2019/
No comments:
Post a Comment