Secara permainan, tak ada yang terlalu istimewa ditampilan para pemain arahan Ayman Sandouqa pada laga perdana mereka di Grup A. Namun, para penggawa Singa Kanaan memiliki sejumlah kekuatan yang harus diwaspadai Hansamu Yama Pranata dan kawan-kawan.
Sejumlah kekuatan itu bisa menjadikan mimpi buruk bagi Garuda Muda jika tak diredam dengan baik. Palestina masih bercokol sebagai pemimpin klasemen sementara Grup A setelah bermain imbang tanpa gol lawan Taiwan dan menang 2-1 atas Laos.
1. Mentalitas Tangguh
Mentalitas para pemain yang cukup tangguh di lapangan diprediksi bisa menyulitkan para pemain Garuda Muda.
Terbukti saat Palestina menaklukkan Laos, mereka mampu bangkit dari ketinggalan. Albahdari Abdallatif dan kawan-kawan sempat kebobolan lebih dulu dari wakil Asia Tenggara itu pada menit ke-14 berkat gol Khochalern Phouthasay.
Pemain timnas Palestina Hani Abdallah merayakan gol timnya ke gawang Laos. (Foto: INASGOC/Jessica) |
Palestina baru bisa menyamakan skor pada menit ke-83 berkat gol Qumbor Shehab. Singa Kanaan bahkan mampu membalikkan keunggulan menjadi 2-1 untuk mereka berkat gol Albahdari.
Gol itu tercipta secara dramatis karena diciptakan saat laga sudah memasuki lima menit tambahan waktu babak kedua. Kekalahan itu pun terasa menyakitkan bagi Laos.
2. Umpan-umpan Lambung
Para pemain Palestina yang memiliki postur tubuh lebih tinggi dari Garuda Muda, kemungkinan bakal memanfaatkan umpan-umpan lambung ke pertahanan tuan rumah.
Cara itu terbukti cukup efektif ketika mereka mengalahkan Laos 2-1 setelah sempat tertinggal 0-1. Terbukti dua gol Palestina ke gawang Laos berasal gol sundulan memanfaatkan umpan lambung.
Umpan-umpan lambung para pemain Palestina bisa mengancam pertahanan Timnas Indonesia U-23. (INASGOC/Charlie) |
Palestina banyak menampilkan permainan umpan-umpan lambung yang langsung mengarah ke pertahanan Laos saat itu. Situasi tersebut pun membuat tim lawan kerepotan.
Umpan-umpan silang yang mereka lancarkan pun mampu membuat pertahanan Laos ketar-ketir. Seperti diketahui, Garuda Muda cukup lemah dalam mengantisipasi umpan-umpan silang dan lambung.
3. Tendangan Bola Mati
Salah satu ancaman yang mampu membahayakan Garuda Muda adalah skema tendangan bola mati para pemain Palestina.
Dari tendangan bebas, tercatat ada dua peluang emas yang diciptakan Palestina ke gawang Laos dari skenario tersebut. Adalah Abuwarda Mahmoud yang merupakan spesialis mengeksekusi tendangan bebas Palestina.
Para pemain Palestina memiliki para penendang jitu. (Foto: INASGOC/Jessica Margaretha) |
Berikutnya pada menit ke-11, tendangan bebas Mahmoud di depan kotak penalti melenceng tipis ke sisi kanan gawang Laos. Skenario sepak pojok Palestina juga mampu menghadirkan ancaman serius bagi Palestina.
Selain spesialis eksekutor tendangan bebas, Palestina memiliki para penendang akurat seperti gelandang Mohamed Rashid. Satu tendangannya membentur tendangan Laos.
4. Stamina Prima
Terakhir tentu saja stamina para pemain Palestina yang sangat prima di lapangan, bakal menjadi moda mereka untuk menghadapi Indonesia.
Dua gol yang mereka ciptakan pada 10 menit terakhir merupakan cermin bagi permainan konsisten mereka dalam hal fisik.
Para pemain Palestina memiliki stamina prima. (Foto: INASGOC/Charlie) |
Sekadar catatan pula, Indonesia kerap dihantui masalah stamina yang kedodoran pada akhir-akhir babak kedua.
Pemain timnas Palestina Hani Abdallah merayakan gol timnya ke gawang Laos. (Foto: INASGOC/Jessica)
Umpan-umpan lambung para pemain Palestina bisa mengancam pertahanan Timnas Indonesia U-23. (INASGOC/Charlie)
Para pemain Palestina memiliki para penendang jitu. (Foto: INASGOC/Jessica Margaretha)
Para pemain Palestina memiliki stamina prima. (Foto: INASGOC/Charlie)
No comments:
Post a Comment